Minggu, 04 April 2010

Bayt al-Hikmah ; Lembar Peradaban Yang Terbakar






Sebuah istana berdiri megah tidak terlalu jauh dari Karkh, bagian penting kota Baghdad. Istana Al-Khuld -begitulah istana itu disebut- merupakan pusat pemerintahan Khalifah Harun Al- Rasyid (768-808 M) dari dinasti Abbasyiyah.

Meski merupakan pusat pemerintahan, aktivitas politik tidak menjadi corak tunggal yang mendominasi istana Al-Khuld. Pada salah satu bagiannya, sebuah ruangan besar penuh dengan beribu-ribu jilid buku. Diskusi, penelitian dan penyalinan naskah, ikut memberi warna lain dari berbagai aktivitas keistanaan.

Ruangan besar tersebut memang disediakan oleh Khalifah Harun Al- Rasyid khusus penyimpanan khazanah buku dan pusat kegiatan ilimiah di kota Baghdad. Al-Rasyid adalah pemimpin politik yang gemar mengkoleksi buku-buku. Koleksi bukunya banyak yang merupakan hasil terjemah dari buku-buku yang didapatkan melalui persinggungan pemerintahannya dengan kerajaan Romawi.

Ruang buku istana begitu masyhur. Ada yang menyebutnya Bayt al-Hikmah, adapula yang menyebutnya Khizanat al-Hikmah (tempat penyimpanan hikmah). Awalnya Bayt al-Hikmah hanyalah ruang buku istana, tetapi dalam perkembangannya berubah menjadi perpustakaan umum.

Perpustakaan Bayt al-Hikmah banyak menyedot pengunjung dari berbagai wilayah. Ia mempunyai pengaruh besar dalam membangkitkan minat ilmiah umat Islam ketika itu. Setiap saat tampak lalu lalang para ilmuwan yang mengadakan studi. Debat, diskusi, penelitian, penerjemahan dan penulisan buku adalah pemandangan yang senantiasa menghiasi ruangan di Bayt al-Hikmah.

Konon, al-Rasyid mengangkat orang-orang khusus untuk mengelola perpustakaan Bayt al-Hikmah. Masing-masing pustakawan memiliki tugas berbeda. Ada yang bertugas sebagai penerjemah, penulis naskah dan tugas-tugas kepustakaan lainnya.

Al-Rasyid mengangkat Yuhana bin Masawih sebagai penerjemah di Bayt al-Hikmah. Yuhana adalah seorang Nasrani yang mempunyai keahlian menterjemahkan naskah-naskah dari bahasa Yunani ke dalam bahasa Arab. Di ruang buku istana, Ia menerjemahkan berbagai buku kedokteran yang didapat dari kota Ankara dan Amuria semasa penaklukan terhadap wilayah-wilayah Romawi. Dalam menjalankan tugasnya Yuhana dibantu oleh beberapa orang Katib (penulis naskah). Para katib selalu berada disamping Yuhana. Mereka sibuk menulis kalimat demi kalimat yang dilontarkan Yuhana ketika menterjemahkan sebuah buku.

Yuhana menduduki jabatan sebagai kepala penerjemah di Bayt al-Hikmah. Termasuk dalam timnya ini adalah Ibnu Nubikhat yang berkebangsaan Persia. Ibnu Nubikhat bertugas menterjemahkan buku-buku berbahasa Persia ke dalam bahasa Arab.

Di masa pemerintahan Al Ma`mun, Bayt al-Hikmah berkembang pesat. Sebagaimana Harun Al Rasyid, Al Ma`mun -penggantinya-, memiliki komitmen yang kuat dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Selam berkuasa Al Ma`mun memberikan perhatian besar terhadap perkembangan dan kemajuan Bayt al-Hikmah. Ia mengadakan kerjasama dengan para penguasa Romawi untuk mendapatkan buku-buku kuno dari kerajaan itu. Awalnya Romawi sempat menolak permintaan tersebut, namun berkat kegigihan Al Ma`mun, penguasa Romawi akhirnya mengizinkan para ilmuwan Islam mengadakan penelitian dan pelacakan atas berbagai khazanah Romawi kuno.

Al Ma`mun mengutus tim khusus untuk melaksanakan tugas tersebut. Anggota tim diantaranya adalah Silm, Al Hajjaj bin Mathar, Yuhana bin Masawih dan Ibnu Bithriq. Dari Romawi mereka mengangkut berbagai buku penting. Untuk kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Arab

Pelacakan khazanah Romawi kuno diantaranya dilakukan di Siprus, konstantinopel dan berbagai kota penting Romawi lainnya. Di Siprus, buku-buku filsafat yunani ditemukan di sebuah rumah kosong. Buku-buku itu kemudian dikumpulkan dalam sebuah almari khusus di Bayt al-Hikmah. Al Ma`mun mempercayakan pengelolaan buku-buku dari Siprus tersebut kepada Sahl bin Harun (seorang juru tulis di Bayt al-Hikmah) untuk diterjemahkan dan disalin Ulang.

Bayt al-Hikmah dikelola layaknya perpustakaan modern. Koleksi buku diklasifikasi menurut isinya. Masing-masing bagian koleksi, mempunyai pengelola dan pengawas. Klasifikasi koleksi Bayt al-Hikmah meliputi : fisika, filsafat dan logika, astronomi, agraria dan pertanian, matematika dan teknik, musik, kimia dan lain-lain.

Selain seksi pengelola pada masing-masing bagian buku, Bayt Al Hikmah memiliki seksi pelayanan. Mereka bertugas menyediakan kebutuhan para Ilmuwan dan pelajar yang menginap di sana. Disamping itu, mereka juga bertugas memberi pelayanan buku, mulai dari penulisan naskah sampai penyampulan.

Bayt al Hikmah pada masa Al-Ma`mun betul-betul menjelma menjadi pusat ilmu pengetahuan dunia. Koleksi bukunya tidak hanya berasal dari Yunani dan Persia. Tapi ada pula buku-buku berbahasa Sabskerta, Suryani, Kaldan, India dan Qibthy. Buku-buku dari berbagai Bahasa tersebut sebagian besar telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Di situ tersimpan Khazanah berbagai peradaban dunia. Mulai dari lembah Tigris dan Euphrat hingga Nil, Indus, India serta Yunani.

Bayt al Hikmah lebih mirip sebagai pusat pendidikan dan ilmu pengetahuan daripada sekedar perpustakaan biasa. Di situ disediakan ruangan khusus untuk studi dan penelitian, ruang khusus mengarang dan menterjemah, ruang khusus dialog dan diskusi serta observatorium perbintangan.

Bayt al Hikmah, Nama dalam sejarah

Bayt al Hikmah adalah nostalgia indah umat Islam. Nadi ilmu pengetahuan berdenyut kencang dari gedung-gedungnya yang asri. Ia terus menjadi pusat pencerahandunia dari masa ke masa, wajah lain ang molek di tengah aktivitas dan kesibukan politik saat itu.

Tahun 1258 M, Langit hitam pekat oleh asap. Tahun itu tahun kelabu bagi Baghdad, Islam dan dunia ilmu pengetahuan. Pasukan Tartar di bawah pimpinan Hulagu Khan menyerbu Baghdad. Mereka menyerbu dengan kecepatan dan keganasan yang belum pernag ada dalam sejarah penaklukan. Baghdad hancur lebur dan luluh lantak.

Perpustakaan Bayt al Hikmah pun tidak luput dari penghancuran. Ikon masa keemasan Islam itu dibakar oleh pasukan Tartar. Buku-bukunya banyak yang dibakar dan dibuang ke sungai Euphrat dan Tigris bersama ribuan mayat korban perang dan pembantaian oleh pasukan Tartar. Asap mengepul hitam memenuhi angkasa kota Baghdad akibat dari gedung-gedung dan buku-buku yang dibakar. Sungai Tigris dan Euphrat berubah menjadi sungai darah dan tinta.

Tinta emas pengetahuan Islam terus meluntur. Dan lembar-lembar peradabannya pun terus terbakar. Akankah Islam kembali menemukan hikmah dan peradabannya yang hilang? Wallahu a`lam.

Navigator Muslim Temukan Amerika Sebelum Columbus




Dalam pelayaran selama 30 hari, Christoper Columbus menemukan benua Amerika pada tahun 1492 M. Penjelajahan itu ia mulai dari Spanyol atas dukungan raja Ferdinand dan ratu Isabella. Columbus menyebut benua itu dengan "dunia baru".

Berkat kerja sama Columbus dengan penguasa Spanyol itu, terjadilah pengeropaan benua Amerika. Nama Amerika sendiri diadopsi dari nama penjelajah Italia, Amerigo Vespucci, salah satu teman Columbus dalam penjelajahan itu. Vespucci menulis kisah penjelajahan yang ia lakukan dengan narasi yang begitu memukau. Sehingga benua baru itu identik dengan namanya.

Sebetulnya, sebelum Columbus, orang Islam telah terlebih dahulu menemukan Amerika. Jauh-jauh hari sebelum Ferdinand dan Isabella mengusir Muslimin dari Spanyol, sekelompok penjelajah Muslim dari Andalusia telah sampai di benua Amerika. Mereka berlayar dari Spanyol ke arah barat selama 12 hari mengarungi samudera Antlantik. Dalam masa itu, mereka tidak menemukan apa-apa. Akhirnya mereka membelokkan arah kapal ke selatan dan mengarungi samudera selam 12 hari. Mereka hanya menemukan sebuah pulau tak berpenghuni. Di situ hanya ada "biri-biri" berdaging pahit.

Mereka terus berlayar selama 12 hari lagi ke arah selatan, sehingga menemukan "pulau" berpenghuni. Mereka sempat menemui penguasa "pulau" tersebut dan berhubungan dengannya.

Dengan melakukan pelayaran dari Spanyol dalam masa 36 hari ke arah barat lalu ke selatan, para penjelajah Muslim tersebut diyakini telah sampai ke Amerika tengah. Orang-orang yang mereka temukan itu adalah suku Indian yang telah ribuan tahun menghuni Amerika.

Kisah perjalanan ini banyak ditulis oleh para geographer Muslim, termasuk di dalamnya adalah al-Syarif al-Idrisi.

Dairat al-Ma`arif al Faransa (Ensiklopedi Prancis) menyebutkan bahwa sebelum menjelajah hingga menemukan benua Amerika, Columbus mempelajari buku-buku geografi yang telah ditulis oleh para Ilmuwan Muslim pada masa keemasan Islam di Andalusia. Ketika Dinasti Bani Ahmar, pemerintahan terakhir muslimin di Andalusia berhasil ditaklukkan oleh pasukan Kristen, Ferdinand dan Isabella melakukan Kristenisasi besar-besaran di Spanyol. Khazanah-khazanah perpustakaan muslimin juga jatuh ke tangan mereka. Karya-karya inilah yang kemudian dibaca oleh Columbus.

Akibat penjelajahan yang dilakukan oleh Columbus inilah, kerajaan Spanyol, Prancis, Portugal dan Inggris berebut wilayah. Melakukan invasi untuk melakukan kolonisasi di "dunia baru" itu.

Invasi menyebabkan benua Amerika mengalami pengeropaan besar-besaran. Ras kulit putih berhasil menguasai sebagian besar tanah sedangkan agama Kristen Protestan menjadi agama mayoritas terutama di Amerika bagian utara yang menjadi koloni Inggris.

Jasa umat Islam dalam menemukan Amerika sangat besar. Selain menyumbangkan karya-karya geografi tentang Amerika yang ditulis pada abad pertengahan, para penjelajah muslim juga dijadikan sebagai pemandu arah kapal oleh orang-orang Spanyol dan Portugal saat melakukan invasi ke benua baru itu.

Sebagian penganut agama Islam Amerika sekarang ini diyakini merupakan keturunan para pemandu kapal tersebut. Dan sebagian yang lain adalah para imigran dan keturunan orang-orang keturunan kulit hitam yang diangkut oleh orang-orang Eropa sebagai budak. Diperkirakan sekitar lima persen dari budak-budak itu adalah para pemeluk Islam di Afrika Utara.

Jumlah Muslimin di benua Amerika cukup besar. Di Amerika Serikat -misalnya-, Islam adalah agama terbesar setelah Kristen Protestan. Muslimin di Amerika Serikat lebih banyak dibanding Yahudi, meskipun mereka mempunyai pengaruh politik yang sangat kuat di Amerika Serikat. Sedangkan Kristen Protestan menjadi agama mayoritas karena Amerika Serikat adalah bekas koloni Inggris yang menjadi pelopor utama tersebarnya Kristen Protestan.

Sabtu, 03 April 2010

Akhir Cinta Laila - Majnun : Qays Dijemput Maut Di Lembah Berbatu




Anda tentu tahu atau setidaknya pernah mendengar legenda kisah cinta Qays dan Laila (Laila Majnun). Al kisah, sesepuh Bani Murrah mengaku sangat tertarik dengan kabar kisah cinta Qays Al Majnun. Qays Al Majnun saat itu masih hidup. Tapi ia sudah gila.

Lelaki tua Bani Murrah itu mendatangi perkampungan Bani Amir di Nejd. Ia bertanya ke sana ke mari mengenai rumah tempat tinggal Qays Al Majnun. Di rumah itu, seorang lelaki tua menyambutnya dengan hangat. Ia adalah ayah Qays Al Majnun. Ia tinggal bersama sama saudara saudara Qays Al Majnun. Banyak hewan ternak di sekitar rumah itu ; kambing dan onta.

Lelaki Bani Murrah itu menanyakan perihal Qays Al Majnun kepadanya. Kontan seisi rumah menangis tersedu-sedu. Lalu ayah Majnun yang sudah tua renta itu bergumam :

"Demi Allah dia itu buah hatiku dan anak yang paling aku sayangi dibanding mereka ini. Ia tergila-gila kepada seorang gadis kampung ini. Gadis itu juga sangat mencintainya. Meskipun hal itu sudah menjadi perbincangan orang ramai, tapi ayah gadis itu enggan mengawinkannya dengan Qays. Ia malah mengawinkannya dengan pemuda lain.

Anakku jadi gila gara-gara perkawinan ini. Ia hidup tak tentu arah di padang pasir. Ia meraung-raung karena cekam kerinduan terhadap gadis itu. Kami kemudian memasungnya. Kami ikat Qays. Tapi, ia malah terus menggigit lidah dan bibirnya dengan keras. Kami terpaksa melepaskannya, kami takut lidah dan bibirnya terputus."

"Kami biarkan dia pergi menggila di padang pasir. Di padang yang panas itu, ia hidup liar layaknya binatang. Kami mengiriminya makanan ke padang itu. Setiap hari, kami meletakkan makanan di tempat yang bisa dilihat Qays. Bila pembawa makanan sudah pergi, Qays menghampiri makanan itu, lalu melahapnya, " cerita Ayah Qays sedih.

"Lalu di mana Qays sekarang berada?" tanya lelaki Bani Murrah kepada ayah Qays. Mereka kemudian menyuruh lelaki Bani Murrah itu menemui seorang pemuda. Konon, pemuda itu sangat akrab dengan Qays Al Majnun. "Qays menolak bertemu dengan siapapun, kecuali dengan pemuda ini. Dia satu-satunya orang yang menulis dan menghafal sajak-sajak cinta dari Qays." cerita mereka.

Kemudian lelaki Bani Murrah itu menemui pemuda tersebut dan memintanya untuk mengantar menemui Qays. "Kalau yang kau inginkan sajak-sajak Qays, seluruh sajaknya sampai yang terbaru -hari kemarin- berada padaku. Dan, besok aku akan menemuinya kembali. Bila besok ia juga menggubah sajak, aku akan menyampaikan kepadamu," sahut pemuda itu.
"Maksudku, aku ingin kau mengantarku menemuinya," sambung lelaki Bani Murrah lagi.

"Kalau aku bersamamu, jika ia nanti lari saat melihatmu, aku khawatir ia juga akan menjauh saat melihatku. Dan ia tidak akan menggubah syair lagi," kata si pemuda. Lelaki Bani Murrah itu terus memaksanya tempat majnun berada saat ini.

"Carilah ia di padang ini. Bila kau melihatnya, mendekatlah. Tunjukkan muka bersahabat. Jangan sampai engkau tampak khawatir, Qays bisa mengancammu dengan lemparan. Jangan sampai kau tampak takut gara-gara dia. Lalu duduklah dan jangan memandangnya. Cuma sesekali perhatikan gerak-geriknya. Bila ia sudah terlihat tenang, senandungkan syair asmara. Bila kau hafal salah satu sajak Qays bin Dzuraij (penyair seperiode dengan Qays al Majnun yang juga tergila-gila), senandungkan syair itu di hadapannya. Majnun sangat mengagumi syair-syairnya," demikian saran si pemuda.

Hari itu, lelaki Bani Murrah tersebut mencarinya sampai sore. Kemudian ia menemukan Al Majnun sedang duduk di atas gundukan pasir. Ia sedang menulisi pasir itu dengan tangannya. Dihampirinya Qays dengan raut muka yang bersahabat. Meski demikian, begitu tahu ada yang menghampirinya Qays lari menjauh sembari mengambil beberapa batu disampingnya. Lelaki Bani Murrah itu berbalik, Qays mulai diam dan duduk, selanjutnya Qays tampak semakin tenang. Ia kembali menulis di atas pasir. Lelaki Bani Murrah itu pun memandangnya dan menyapa, "betapa indah gubahan sajak Qays bin Dzuraij" :

"Hai gagak bintik, berkisahlah....apa yang kau tahu perihal Lubna" (Kekasih Qays bin Dzuraij).
"Bila tidak, semoga sayapmu patah saat kau terbang. Dan kau selalu bersama musuh-musuh di sekitar kekasihmu. seperti aku di samping Lubna, selalu!"

Spontan, Qays Al Majnun menghampirinya dengan derai air mata dan isak tangis yang mengharukan. Dengan suara parau ia bergumam :

"Ya...demi Tuhan! Tapi, aku bisa menggubah lebih bagus dari itu."

"Hatiku saat Laila menjauh dibawa pergi,
Laksana burung terpasung jerat...
Sekuat tenaga, ia berupaya melepaskan diri...
Namun, sayapnya lekat tersangkut jala..."

Syahdan, adu sajak itu terus berlangsung. Dan, hari itu adalah hari-hari terakhir Qays al Majnun. Kisahnya panjang dan sangat mengharukan, seperti disaksikan dengan mata kepala oleh lelaki tua dari Bani Murrah itu. Sampai akhirnya seekor rusa melintas cepat. Dan, Majnun berlari menyusulnya. Ia menghilang dan lelaki tua itu kembali ke perkampungan.

Empat hari usai pertemuan di padang duka itu, tubuh majnun ditemukan tergeletak di lembah berbatu. Di lembah terjal, lelaki tua itu menemukannya mati mengenaskan di atas kerikil-kerikil tajam, setelah beberapa hari mengikutinya dan mencarinya ke mana ia pergi.

WONG FEI HUNG PENDEKAR LEGENDARIS CHINA TERNYATA ADALAH SEORANG MUSLIM




Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China. Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?

Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China.

Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.

Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.

Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.

Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.

Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.



Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.

Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.

Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.

Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.


Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya. Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Alah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amin.

KHAIBAR : KEMENANGAN PASUKAN MUHAMMAD




Ratusan anak remaja Palestina melemparkan batu ke pasukan Israel. Mereka menggunakan ketapel-ketapel kecil. Sedangkan yang dihadapi mereka adalah pasukan bersenjata mesin -yang ringan dan yang berat. Mereka menyerang sambil berlari. Di sela-sela takbir mereka berteriak, "Khaibar, Khaibar, ya Yahud...inna jaisya Muhammad saya`ud (Khaibar, Khaibar, hai Yahudi. Tentara Muhammad akan kembali). Teriakan itu adalah semboyan Intifadhah -perlawanan Dawud melawan Jaluth. Ketika tentara ahudi mematahkan tangan-tangan kecil itu, mereka berteriak, "inna jaisya Muhammad saya`ud." Remaja-remaja Muslim Palestina itu mengenang suatu peristiwa, ketika pasukan Rasulullah SAW menaklukkan benteng Yahudi di Khaibar pada tahun ketujuh Hijri. Khaibar adalah koloni Yahudi yang terletak di sebelah timur laut Madinah. Disinilah Bani Nadhir berlindung setelah mereka gagal menimbulkan kekacauan di Madinah. Dari sini pula orang-orang Yahudi menghasut kabilah-kabilah Arab termasuk orang-orang Makkah untuk menerang Madinah dalam perang Ahzab (waktu itu banyak kabilah bersekutu untuk mengepung dan memboikot Madinah). Ketika perang ini gagal, orang ahudi menjadika Khaibar sebagai markas untuk melakukan gerakan infiltrasi dan teror. Abul Haqiq, pemimpin mereka, mengahsut Bani Fizarah untuk merampok unta-unta milik orang Madinah pada bulan Rabi`ul Awwal. Pada bulan berikutnya, Bani Ghathfan melakukan hal yang sama -selain mermpok, mereka membunuh dan melukai banyak penduduk desa di sekitar Madinah. Pada bulan Syawal tahun yang sama, berdasarkan rencana yang disusun Yahudi Khaibar, Bani Gathfan bersiap-siap menyerang Madinah lagi. Rasulullah SAW mendengar rencana itu. Dengan pasukan berkekuatan 1600 orang, 200 orang diantaranya berkuda, Nabi Muhammad SAW berangkat menuju Khaibar. Pasukan Nabi menaiki bukit-bukit yang terjal. Sedangkan udara panas menyengat. Tengah malam mereka sampain di Raji`, tempat yang berada di antara Khaibar dan Bani Gathfan. Paginya, ketika orang-orang Yahudi hendak berangkat ke ladang-ladang mereka, mereka terkejut melihat pasuka Rasullah SAW. Mereka berlari kembali memasuki benteng-benteng mereka sambil berteriak, "Pasukan Muhammad sudah datang!"

Khaibar Diserang

Lembah Khaibar diperlengkapi dengan sepuluh benteng yang kukuh, berdiri di puncak bukit-bukit batu yang terjal. Benteng-benteng yang paling kuat ada empat : Al Qamus, Al Watibah, Al Watih dan Sulalim. Namun satu demi satu benteng tersebut direbut oleh pasukan Rasulullah SAW. Orang-orang Yahudi akhirnya berkumpul di benteng Al Qamus, benteng yang paling kuat, menjulang di atas bukit batu yang tinggi. Di situ tinggal pemimpin Yahudi, Kinanah bin Rabi`, cucu Abul Haqiq.
Melihat benteng Al Qamus Nabipun kemudian berdo`a supaya kaum Muslimin diberikan kekuatan untuk menaklukkannya. Di atas sebuah batu yang disebut Mansilah, Nabi Muhammad SAW melakukan shalat setiap harinya. (Kelak di atas batu yang sama, ummat Islam membangun Masjid untuk mengenang rasul mereka). Ketika Nabi saw sakit kepala, bendera diserahkan kepada Abu Bakar. Abu Bakar mencoba menyerang Al Qamus, tetapi terpaksa mundur. Benteng itu sukar ditembus. Kemudian Nabi SAW menyerahkan bendera kepada Umar Bin Khattab. Pasukan Umar juga dipukul mundur. Sementara itu perbekalan hampir habis. Orang-orang Yahudi pun sudah menghancurkan ladang-ladang mereka agar tidak bisa dimanfaatkan kaum Muslimin. Menyaksikan kegagalan demi kegagalan itu, Nabi Muhammad memanggil para sahabatnya. Beliau bersabda, "Besok aku akan menyerahkan bendera kepada seseorang yang selalu menyerbu dan tidak pernah mundur, yang mencintai Allah dan Rasulnya dan dicintai Allah dan Rasul-Nya. Allah akan memberikan kemenangan melalui tanganya." Malam itu para sahabat tidak tidur, memikirkan siapakah gerangan orang yang mendapat kehormatan memegang bendera esok hari. Umar berkata, "fa ma ahbabtu l-imaarata Qotthu Qobla yaumaidzin." (Belum pernah aku mengharapkan kepemimpinan seperti hari itu). Buraidah, Sahabat Rasulullah SAW yang lain berkata, "setiap orang yang dekat dengan Rasulullah SAW waktu itu mengharapkan memegang bendera." Esok harinya, pagi hari sekali sahabat sudah berkumpul di sekitar Rasulullah SAW. Semua menunggu siapa gerangan yang akan ditunjuk oleh Nabi SAW. Semua mata terpusat kepada Nabi. Setiap telinga siap mendengar ucapan Nabi. Kemudian terdengarlah Nabi bersabda, "Mana Ali Bin Abi Thalib?" orang-orang menyahut, "Ia sakit mata ya Rasulullah." Nabi SAW menyuruh Salmah bin Akwa` memanggil Ali. Ali datang dipapah Salmah. Ia sama sekali tidak sanggup membuka matanya. Badannya panas karena demam. Nabi SAW mengusapkan tangannya yan mulia ke mata Ali seraya berdo`a, "Ya Allah hilangkan sakit mata, panas dan dingin dari Ali. Bantulah ia menghadapi musuh-musuhnya. Berikan kemenangan dari kedua tangannya, karena ia hamba-Mu yang mencintai-Mu dan mencintai rasul-Mu. Ia penyerbu yang tak pernah mundur (karrar ghairu farrar)." Berkat doa tersebut, mata Ali sembuh seperti tidak pernah sakit sebelumnya. Bahkan dalam satu riwayat, sejak saat itu Ali tidak pernah kepanasan di musim panas dan tidak pernah kedinginan di musim dingin. Kemudian, Nabi SAW menyerahkan bendera pasukan kepada Ali. Nabi juga menyerahkan pedang Dzulfiqar kepadanya. Ali bbertanya, "Ya Rasul Allah, apakah aku harus memerangi mereka sampai mereka menjadi seperti kita?" "Berangkatlah," kata Rasulullah SAW. "Datangi tempat mereka, serulah mereka kepada Islam, demi Allah sekiranya Allah memberikan petunjuk kepada seseorang melalui usahamu, itu lebih baik dari apapun yang paling berharga di dunia ini." Ali pun berangkat dengan doa Rasul dan kaum Muslimin. Ia menaiki bukit dan menancapkan bendera pasukan Muhammad SAW. Ketika tentara Yahudi menyerang, Ali dan pasukannya menambutnya dengan gagah berani. Ketika Al Harits menantangnya duel (mubarazah), Ali mengakhirinya dalam waktu yang sangat cepat. Al Harits, jago pedang itu tersungkur. Kakaknya, Marhab...maju ke depan. Tubuhnya besar, kukuh, seperti raksasa. Ia memakai berlapis-lapis baju besi. Kepalanya tertutup topi baja yang diikat dengan dua buah serban. Di tengah-tengah serbannya ia menyimpan batu besar untuk melindungi kepalanya dari pedang musuh. Ia membawa dua bilah pedang dan sebuah tombak. Ali meloncat, pedang dan pedang bertemu. kilatan api memancar dari dua senjata yang beradu. Tiba-tiba terdengar "ledakan" dahsyat. Pedang Ali membelah batu di atas kepala Marhab, masuk jauh sampai ke gerahamnya dan memisahkan kepala Marhab menjadi dua. Takbirpun membahana..."Allahu Akbar". Orang-orang Yahudi ketakutan. Mereka memasuki benteng. Ketika Ali menyerbu, seorang Yahudi berhasil memecahkan perisainya. Ali mendobrak dan menjebol pintu benteng, ia kemudian menggunakan pintu itu sebagai tamengnya. Ketika pasukan Muslim tertahan di depan pari yang mengitari benteng tersebut, Ali menggunakan pintu itu sebagai jembatan. Tepat seperti yang dinubuatkan oleh Rasullah SAW. Benteng Khaibar jatuh ke tangan Umat Islam. Orang-orang Yahudi bertekuk lutut.   Ketika Ali kembali, Nabi memeluk dan mencium dahinya, seraya mengatakan Allah dan Rasul-Nya meridlai perjuangan Ali. Pemuda Ali menangis, menangis bahagia karena telah memberikan sumbangan paling berharga bagi kemenangan Islam.
Lebih dari seribu tahun sesudah itu, pemuda-pemuda Palestina mendengar kisah ini. Mereka bangkit. Mereka menuntut hak-hak mereka di tengah-tengah benteng Yahudi terbesar abad ini -yakni Israel-. Mereka berjuang bukan lagi karena semangat kebangsaan. Semboyan mereka bukan lagi kemegahan bangsa Palestina. Semboyan mereka semboyan Islam. Ya...Islam harus mampu menundukkan dan menjebol benteng "Khaibar" saat ini, Israel dengan segala keangkuhan, kesombongan dan keserakahannya. "Khaibar, Khaibar ya Yahud Inna Jaisya Muhammad Saya`ud".

Jihad


SEKILAS TENTANG JIHAD



Definisi

Jihad adalah peperangan melawan kafir yang dipandang musuh dan memusuhi Islam karena membela agama Allah, menegakkan Kalimatillah, sampai akhirnya tercipta ketenteraman, kedamaian, dan keamanan bagi seluruh pemeluk agama dalam pemerintahan Islam semata-mata untuk meraih keridhaan Allah...

Makna yang di-Qiyaskan Jihad

Meskipun bukan disebut jihad, tapi bisa dikatakan jihad, yaitu mengurus istri dan anak, menjadi ibu rumah tangga yang mendidik anak, menuntut ilmu, pergi haji, mencari nafkah, berbakti kepada orang tua, dan sebagainya....


Sejarah Panjang yang Mengawali Jihad

Pada mulanya, hijrah terjadi karena bentuk penganiayaan (kezhaliman) para pemuka kafir Quraisy... ketika Muslim di Makkah, mereka menyiksa, membunuh, memboikot, dan merampas harta kaum Muslimin...

Adalah contoh lain, Shuhaib.ra Ar-Rumy, seorang Romawi yang berdagang di Makkah dan menjadi pengusaha kaya raya dengan memiliki banyak unta, kemudian karena ikut berhijrah, Abu Jahal berkata, "Shuhaib! kau ke sini dalam keadaan miskin mengemis dan sampai akhirnya kau bisa sukses di Makkah, berarti hartamu itu harta Makkah!", maka kata beliau, "Ambillah hai Abu Jahal, kecuali tongkatku dan pakaianku yang kubawa dari Syam!".. spontan harta Shuhaib diambil Abu Jahal sampai habis... sabda Nabi Muhammad.SAW, "Shuhaib beruntung! Shuhaib beruntung!" (diriwayatkan oleh Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Abu Dawud)
Contoh lain lagi, ketika Ammar.ra bin Yassir sekeluarga disiksa Abu Jahal, ayah dan ibu beliau, Yassir dan Sumayya, yang telah menjadi Muslim, mati syahid dalam penyiksaan yang dipimpin Abu Jahal itu (Yassir dalam keadaan diikat dan disekik sedang beliau mengucapkan tahlil, Sumayya dalam keadaan diikat dengan tangan kaki terbuka di atas panasnya gurun dan -maaf- kemaluan beliau ditombak)... sabda Nabi kepada Ammar, "ayahmu dan ibumu adalah syuhada yang telah mendapatkan kenikmatan surga!" (diriwayatkan oleh Ibnu Hibban)
Contoh lain lagi, menimpa Bilal.ra bin Rabah, seorang mantan budak yang ketika menerima Islam, beliau disiksa majikannya, 'Umayyah bin Khalaf... pada mulanya, Ammar ditangkap dalam sebuah majelis pemuka Quraisy dan dihadapannya ada Abu Jahal, Abu Lahab, Abu Sufyan, Hindun, Al-Walid bin Al-Mughirah, dan 'Umayyah bin Khalaf... lalu 'Umayyah memerintahkan Bilal mencambuk Ammar, tapi Bilal menolak (karena Bilal tidak ingin menyiksa orang tidak bersalah, apalagi orang itu adalah saudara sendiri, saudara se-iman)... langsunglah 'Umayyah menyiksanya di atas lapangan gurun Ramda, yang panasnya bisa 3 kali lipat panas Makkah, dan Bilal mengucapkan dzikir, "Ahad! Ahad! Allahu Ahad!" (Esa! Esa! Allah Maha Esa!), maka 'Umayyah naik pitam dan berkata, "katakan siapa yang kuat, tuhan kami yang banyak atau Tuhanmu yang hanya Satu??"... Abu Bakar.ra Ash-Shiddiq memerdekakannya dengan membayar 300 dirham... sabda Nabi, "Tuan Abu Bakar telah membebaskan TUAN KITA, yaitu Bilal" (diriwayatkan Bukhari, Muslim, dan Thabrani)
Setelah bentuk penyiksaan sampai embargo ekonomi di Makkah, Nabi telah memerintahkan hijrah ke Habasyah, namun hanya sebagian karena perbendaharaan yang kurang cukup, lalu Nabi bersama Zaid.ra bin Haritsah, anak angkatnya, meminta pertolongan hijrah kepada pimpinan di kota Tha'if, yaitu Bani Tsaqif, namun beliau disuguhi lemparan batu dan cemoohan sampai berdarah kaki beliau dan kening Zaid...
Sampai suatu ketika di musim haji, 2 tahun sebelum hijrah, 10 orang dari Suku 'Auf dan Suku Khazraj dari Yatsrib (Madinah) berhaji, dan menerima kabar angin tentang adanya nabi, seperti yang dinubuatkan musuh mereka di Yatsrib, yaitu orang-orang Yahudi...
Mereka beriman dan berda'wah di Yatsrib, ajaib, bukti usaha Nabi, Allah menolongnya, sampai tahun berikutnya di bai'at dan berhijrah ke Yatsrib... Yatsrib dinamai Madinatunnabiy (Kota Nabi) dan bermulanya tahun Islam, hijriyah, sekaligus awal mulanya Pemerintahan Islam oleh Nabi Muhammad.SAW...
Lalu suatu ketika, beberapa orang Islam menuju tempat bernama Nakhlah, di sana mereka mencegat rombongan dagang Quraisy yang hendak menuju Syam dan mengambil harta mereka yang dirampas mereka ketika di Makkah...
Maka, Abu Lahab mengumumkan perang kepada Islam dan dia menanam saham terbesar dalam angkatan perang sementara Muslim belum diizinkan Allah berperang... akhirnya setelah turun wahyu izin dan perintah jihad, terjadilah perang antara Islam dan Kafir Quraisy di Badar...

Dalil Naqli Jihad


اُذِنَ لـِلـَّذِيْنَ يـُقـٰـتِلـُوْنَ بـِاَنـَّهـُمْ ظُـلـِمُوْا ۚ وَاِنَّ اﷲَ عـَلـَىٰ نـَصـْرِهِمْ لـَقـَدِيْرٌ۞ آلــَّذِيْنَ اُخـْرِجـُوْا مـِنْ دِيـٰـرِهـِمْ بـِغـَيْرِ حـَقٍّ اِﻵّ اَن يـَقـُوْلــُوْا رَبـُّـنـَا اﷲُ ۗ وَلـَوْﻵ دَفـْعُ اﷲِ النـَّاسَ بـَعـْضـَهـُمْ بـِبـَعـْضٍ لـَّهـُدِّمـَتْ صـَوٰمـِعُ وَبـِيـَعٌ وَصـَـلـَۈتٌ وَمـَسـٰـجـِدُ يـُذْكـَرُ فـِيـْهـَا آسـْـمُ اﷲِ كــَـثـِيـْرًا ۗ وَلــَيـَنـْصـُرَنَّ اﷲُ مـَنْ يـَـنـْصـُرُهُ ۗ اِنَّ اﷲَ لـَقـَوِيٌّ عـَزِيْزٌ۞

"Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu. (yaitu) orang-orang yang diusir dari kampong halaman mereka tanpa alasan yang benar, hanya karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah!". Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara, gereja-gereja, synagoga-synagoga, dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa."(QS Al-Hajj: 39-40)


Hukum Jihad

Jihad termasuk ibadah mahdhah, Hukum Jihad ada 2:
1. Fardhu Kifayah (wajib atas sejumlah keadaan), selama terpaut akan suatu tempat, pemerintahan, dan harta yang dimiliki sejumlah tentara yang ada, gerakan inthifadhah di Palestina bisa digolongkan fardhu kifayah...
2. Fardhu 'Ain (wajib atas seluruh Muslim), jika benar-benar darurat dan genting serta mengancam keselamatan dan ketenteraman agama Islam...
3. Hukum Lain, sunnah atau haram, tergantung keadaan masing-masing individu...

Syarat Wajib Jihad

1. Islam, bukan Islam tidak wajib jihad dan tidak dikenai hukum Jihad (seperti kaum Dzimmi)..
2. Baligh, dalam artian dewasa secara biologis dan secara mental, anak-anak belum wajib jihad sampai baligh..
3. Berakal, orang gila tidak wajib jihad..
4. Merdeka, budak tidak wajib jihad..
5. Laki-laki, umumnya jihad identik dengan laki-laki sebagai kaum yang melindungi, perempuan tidak wajib jihad, tapi sunnah jika diizinkan suami dan haram jika dilarang suami..
6. Sehat dan Kuat Badan, orang cacat dan orang tua tidak wajib jihad kecuali memang diizinkan panglima..
7. Memiliki harta yang cukup untuk belanja keperluan perang, orang fakir dan miskin tidak wajib jihad, kecuali jika memang memiliki harta cukup barang membeli sebuah tameng saja atau kevlar saja atau pedang saja atau handgun (pistol) saja..
8. Dapat izin dari orang tua, jika tidak diizinkan haram hukumnya, tapi berjihad untuk orang tuanya (berbakti), jika tidak memiliki orang tua, meminta izin kepada paman atau bibi atau kakek atau nenek atau kakak atau wali...

Kesopanan dalam Jihad

1. Dilarang mengganggu atau membunuh perempuan dan anak-anak, kecuali darurat (misalnya dalam keadaan malam hari yang mana penglihatan kurang jelas)..
2. Dilarang menyakiti orang yang tua dan lansia kecuali darurat seperti di atas..
3. Dilarang mengganggu, menyakiti, dan membunuh utusan resmi musuh..
4. Dilarang merusak atau menghancurkan tempat-tempat di negeri tempat berperang, meskipun negeri musuh.. (gereja, synagoga, pura, kuil, perkantoran, sekolah, dll)..
5. Dilarang memerangi kafir yang belum sampai seruan Islam..
6. Dilarang membunuh kafir dalam perang yang masuk Islam sebelum ditawan..
7. Dilarang merusak pepohonan dan hewan-hewan dengan disengaja..

Jenis-jenis Tentara

1. Mustarziqah, tentara resmi yang digaji lewat Baitul Mal (kas negara)..
2. Mutathauwi'ah, tentara sukarela, biasanya jika hukum jihad fardhu 'ain..

Tawanan

1. Tawanan Perempuan dan Anak-anak, tidak boleh dihukum berat, bisa dibebaskan atau ditukar dengan musuh atau dijadikan budak..
2. Tawanan Laki-laki, 4 hukuman:
- Dijatuhi Hukuman Mati, jika dipandang lebih maslahat..
- Dibebaskan, jika dipandang lebih maslahat..
- Ditukar dengan Tawanan Muslim..
- Dijadikan budak, jika dipandang lebih maslahat..

Harta-harta yang didapat dari peperangan (Al-Anfal)

1. Salab, seperti pakaian, senjata, kendaraan, dll..
2. Ghanimah, harta dalam bentuk uang lewat peperangan..
3. Faa-i, harta yang didapat selain perang (upeti)..

Pembagian Ghanimah

1. 1/5 untuk Allah dan Nabi Muhammad.SAW, keluarga Nabi, fakir miskin, anak yatim, dan ibnu sabil (musafir)..
2. 4/5 untuk kas negara, gaji tentara, dan pembagian merata lainnya demi kepentingan bersama.. 1/5 ini setelah Nabi tiada, hartanya diberikan untuk kas negara (fakir miskin, anak yatim, dan ibnu sabil tetap diberikan).. lihat di Al-Anfal: 41 Syarat Mendapatkan Ghanimah orang yang ikut berperang dengan syarat: Islam, Baligh, Berakal, Laki-laki, dan Merdeka..