Senin, 02 Desember 2013

Sepenggal Kisah Tragedi Karbala (kultwitt @imamdaratan)

        

  • hari ini 10 Muharram, sekian abad yg lalu telah terjadi kedzliman luar biasa kepada atas diri Al Husayn dan keluarganya, sebuah pembantaian.
  • Karbala bersimbah darah "suci" Sayyidina Hussein cucu tercinta baginda Muhammad SAW berikut keluarga besarnya.
  • Sebuah kisah memilukan bagi siapa saja yang masih tersisa rasa kemanusiaan dan kecintaan kepada Baginda Muhammad SAW beserta ahlul baytnya.
  • Al Hussein yg cuma berombongan sejumlah 80 orang termasuk wanita dan anak2, dibantai oleh empat batalyon pasukan terlatih dan lengkap.
  • Sungguh berlinang air mata ini, berdesir aliran darah, membaca kisah pertempuran Karbala. Betapa kekuasaan telah membutakan mata hati.
  • Ila hadlrati habibina al-Sayyid al-Syahid al-Imam Husain ibn Ali ibn Thalib wa ushulihim wa furu'ihim wa ahli silsilatihim, Al-Fatihah..!!!
  • Pertempuran di Karbala yg bermula sejak fajar itu berlangsung terus sampai petang. Pasukan kecil yg dipimpin Al Hussein r.a semakin habis.
  • Ketika sampai waktu Ashar tinggal tiga orang yg masih mampu memberikan perlawanan. Dan ketika mentari melembut menjelang petang ...
  • ...tinggal Al Hussein r.a seorang diri yg terus lakukan perlawanan. seorang diri dikerubuti ribuan pasukan, tak kurang dari 3000 pasukan.
  • Ketika melihat bhw rombongan Al Hussein r.a tinggal seorang, yaitu beliau sendiri, pasukan ibn Ziyad yg sdh kerasukan setan sprti ragu2.
  • Tetapi Al Hussein tak pedulikan sikap musuhnya itu. Dgn pedang yg berlumuran darah, baju yg lusuh dan terkoyak serta muka berdebu...
  • ...Al Hussein terus menerjang, siapa saja musuh yg di dekatnya pasti jatuh terkena sabetan pedangnya, benar2 mewarisi kegagahan ayahnya Ali.
  • Tak seorangpun di antara tentara Kufah yg beribu jumlahnya itu berani mendekat. Mrk menjaga jarak untuk kmudian mnghujaninya dgn anak panah.
  • Petang itu di padang Karbala benar2 trjadi hujan, bkn air. Tapi anak panah yg menghujani tubuh mulia Cucu Rasulullah Al Hussein bin Ali r.a.
  • Sampai2 digambarkan dalam sejarah, tubuh beliau seolah berselubung kulit landak. dari banyaknya anak panah yg tertancap di tubuhnya.
  • Senja mulai meremang, udara menyejuk, tp Al Hussain di dera oleh panasnya dahaga dan perihnya luka yg bersimbah darah di sekujur tubuhnya.
  • Bgmanapun hebatnya setan merasuk, rupanya ada jg ketakutan terbersit di hati org2 Kufah ini, menghadapi Al Hussein r.a.
  • Mereka di dera keragu2an, mereka bimbang untuk segera mengeksekusi Al Hussein r.a yang sudah lemah ini.
  • Dalam situasi seperti itu, tampillah Syammar bin Dzil Jausyan seorang pembenci Ahlul Bayt tak dapat mengekang nafsu haus darahnya.
  • Ia makin panas ketika melihat Al Hussein tak jg mau menyerah sdg kawan2nya tampak ragu untuk berikan tembakan akhir yg mematikan.
  • Dgn suara lantang ia berteriak, "Hai knp kalian, ayo kepung, seranglah dgn serentak!" sesaat kemudian teriakan itu "menyadarkan" kawan2nya.
  • Hujan panah kembali menghebat, kuda Al Hussein pun tak mampu bertahan, ia jatuh tertelungkup meringkik meregang nyawa.
  • Kini Al Hussein dgn terhuyung2 terus melawan, kali ini bukan anak panah yg dihadapinya tapi tebasan pedang dan tusukan tombak brtubi2.
  • Darah membasahi seluruh tubuhnya, jubah yang dikenakannya terkoyak2 dan berubah warna, seharian bertempur tiada hentinya.
  • Tetapi bagaimanapun jg, beliau tlah sampai pd batas kekuatannya. Sepucuk anak panah beracun melesat mnembus jantungnya.
     
    • Untuk prtama kalinya trdengar erangan kesakitan dari mulut org mulia ini, anak Ali pahlawan Islam dan cucu manusia pilihan Tuhan.
    • Dngan sisa2 tenaga beliau berusaha mencabut panah yg menembus jantungnya itu. sambil berseru, Yaa ilahiy... Engkau Tahu mereka telah..
    • ...membunuh "putera" Nabi-Mu dan di dunia ini tiada putera Nabi lain daripada aku." Anak panah itu tercabut diiringi darah yg menyembur.
    • Akhirnya Al Hussein, putera Fathimah Azzahra, Cucu Rasulullah itu roboh mencium bumi Karbala yg hari itu basah oleh darah banyak ahlul bayt.
    • Gugurlah Al Hussein r.a setelah melakukan perlawanan sampai titik darah penghabisan. Suasana tiba2 hening, pasukan Umar Bin Saad pun diam.
    • Tetapi peristiwa yg mencekam itu tak brlangsung lama, Syammar bin Dzi Jausyan kembali berteriak, "Hai kenapa diam, ayo cpat tebas lehernya!"
    • Rupanya ia tak sabar menunggu anak buahnya, ia datangi Al Hussein, sekali tebas terpisahlah kepala Al Hussein dr tubuhnya.
    • Tnpa ragu2 dijambaknya rambut Al Hussein diangkatnya kepala itu tinggi2. Dgn congkak dan jiwa kesetanan, kepala orang mulia itu ia tenteng.
    • Ia serahkan kepala itu kpd komandannya Umar bin Saad, untuk kmudian diprsembahkan kpd Ibn Ziyad di Kufah dan Yazid bin Muawwiyah di Damaskus
    • Subhanallah, sbg pengikut Ahlussunnah Wal Jamaah. Cinta dan hormatku untuk segenap ahlu baytinnabiy dan smua sahabat2nya. Rodhiyallahu anhum

2 komentar:

  1. Kultwit itu makanan apakah ?
    kabarmanuk.blogspot.com yeehh..

    BalasHapus
  2. hehehe..searching aja kuliner kultwit..resepnya apa aja..

    BalasHapus