- hari ini 10 Muharram, sekian abad yg lalu telah terjadi kedzliman luar biasa kepada atas diri Al Husayn dan keluarganya, sebuah pembantaian.
-
Karbala bersimbah darah "suci" Sayyidina Hussein cucu tercinta baginda Muhammad SAW berikut keluarga besarnya.
-
Sebuah kisah memilukan bagi siapa saja yang masih tersisa rasa kemanusiaan dan kecintaan kepada Baginda Muhammad SAW beserta ahlul baytnya.
-
Al Hussein yg cuma berombongan sejumlah 80 orang termasuk wanita dan anak2, dibantai oleh empat batalyon pasukan terlatih dan lengkap.
-
Sungguh berlinang air mata ini, berdesir aliran darah, membaca kisah pertempuran Karbala. Betapa kekuasaan telah membutakan mata hati.
-
Ila hadlrati habibina al-Sayyid al-Syahid al-Imam Husain ibn Ali ibn Thalib wa ushulihim wa furu'ihim wa ahli silsilatihim, Al-Fatihah..!!!
-
Pertempuran di Karbala yg bermula sejak fajar itu berlangsung terus sampai petang. Pasukan kecil yg dipimpin Al Hussein r.a semakin habis.
-
Ketika sampai waktu Ashar tinggal tiga orang yg masih mampu memberikan perlawanan. Dan ketika mentari melembut menjelang petang ...
-
...tinggal Al Hussein r.a seorang diri yg terus lakukan perlawanan. seorang diri dikerubuti ribuan pasukan, tak kurang dari 3000 pasukan.
-
Ketika melihat bhw rombongan Al Hussein r.a tinggal seorang, yaitu beliau sendiri, pasukan ibn Ziyad yg sdh kerasukan setan sprti ragu2.
-
Tetapi Al Hussein tak pedulikan sikap musuhnya itu. Dgn pedang yg berlumuran darah, baju yg lusuh dan terkoyak serta muka berdebu...
-
...Al Hussein terus menerjang, siapa saja musuh yg di dekatnya pasti jatuh terkena sabetan pedangnya, benar2 mewarisi kegagahan ayahnya Ali.
-
Tak seorangpun di antara tentara Kufah yg beribu jumlahnya itu berani mendekat. Mrk menjaga jarak untuk kmudian mnghujaninya dgn anak panah.
-
Petang itu di padang Karbala benar2 trjadi hujan, bkn air. Tapi anak panah yg menghujani tubuh mulia Cucu Rasulullah Al Hussein bin Ali r.a.
-
Sampai2 digambarkan dalam sejarah, tubuh beliau seolah berselubung kulit landak. dari banyaknya anak panah yg tertancap di tubuhnya.
-
Senja mulai meremang, udara menyejuk, tp Al Hussain di dera oleh panasnya dahaga dan perihnya luka yg bersimbah darah di sekujur tubuhnya.
-
Bgmanapun hebatnya setan merasuk, rupanya ada jg ketakutan terbersit di hati org2 Kufah ini, menghadapi Al Hussein r.a.
-
Mereka di dera keragu2an, mereka bimbang untuk segera mengeksekusi Al Hussein r.a yang sudah lemah ini.
-
Dalam situasi seperti itu, tampillah Syammar bin Dzil Jausyan seorang pembenci Ahlul Bayt tak dapat mengekang nafsu haus darahnya.
-
Ia makin panas ketika melihat Al Hussein tak jg mau menyerah sdg kawan2nya tampak ragu untuk berikan tembakan akhir yg mematikan.
-
Dgn suara lantang ia berteriak, "Hai knp kalian, ayo kepung, seranglah dgn serentak!" sesaat kemudian teriakan itu "menyadarkan" kawan2nya.
-
Hujan panah kembali menghebat, kuda Al Hussein pun tak mampu bertahan, ia jatuh tertelungkup meringkik meregang nyawa.
-
Kini Al Hussein dgn terhuyung2 terus melawan, kali ini bukan anak panah yg dihadapinya tapi tebasan pedang dan tusukan tombak brtubi2.
-
Darah membasahi seluruh tubuhnya, jubah yang dikenakannya terkoyak2 dan berubah warna, seharian bertempur tiada hentinya.
-
Tetapi bagaimanapun jg, beliau tlah sampai pd batas kekuatannya. Sepucuk anak panah beracun melesat mnembus jantungnya.
- Untuk prtama kalinya trdengar erangan kesakitan dari mulut org mulia ini, anak Ali pahlawan Islam dan cucu manusia pilihan Tuhan.
-
Dngan sisa2 tenaga beliau berusaha mencabut panah yg menembus jantungnya itu. sambil berseru, Yaa ilahiy... Engkau Tahu mereka telah..
-
...membunuh "putera" Nabi-Mu dan di dunia ini tiada putera Nabi lain daripada aku." Anak panah itu tercabut diiringi darah yg menyembur.
-
Akhirnya Al Hussein, putera Fathimah Azzahra, Cucu Rasulullah itu roboh mencium bumi Karbala yg hari itu basah oleh darah banyak ahlul bayt.
-
Gugurlah Al Hussein r.a setelah melakukan perlawanan sampai titik darah penghabisan. Suasana tiba2 hening, pasukan Umar Bin Saad pun diam.
-
Tetapi peristiwa yg mencekam itu tak brlangsung lama, Syammar bin Dzi Jausyan kembali berteriak, "Hai kenapa diam, ayo cpat tebas lehernya!"
-
Rupanya ia tak sabar menunggu anak buahnya, ia datangi Al Hussein, sekali tebas terpisahlah kepala Al Hussein dr tubuhnya.
-
Tnpa ragu2 dijambaknya rambut Al Hussein diangkatnya kepala itu tinggi2. Dgn congkak dan jiwa kesetanan, kepala orang mulia itu ia tenteng.
-
Ia serahkan kepala itu kpd komandannya Umar bin Saad, untuk kmudian diprsembahkan kpd Ibn Ziyad di Kufah dan Yazid bin Muawwiyah di Damaskus
-
Subhanallah, sbg pengikut Ahlussunnah Wal Jamaah. Cinta dan hormatku untuk segenap ahlu baytinnabiy dan smua sahabat2nya. Rodhiyallahu anhum
Santri Abadi
Senin, 02 Desember 2013
Sepenggal Kisah Tragedi Karbala (kultwitt @imamdaratan)
Langganan:
Komentar (Atom)
